“Bule? “Hallo?”
Hening sesaat merasuki suasana. Bokep Rusia “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk. Jay berpaling, menatap pandanganku. Kaki-kaki Chie mulai melingkari pinggulku yang bergerak-gerak menekan. “Kalian berdua. “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. Jay, kenapa dia bisa setenang itu, kenapa seakan ia tidak mau melihat apa yang sedang terjadi?“Ray, aku sayang kamu,” Chie memelukku dengan kedua lengannya. Itulah sahabatku, gadis cerewet yang berbicara seperti kereta api, yang kukenal sejak penataran mahasiswa baru. Aku, aku? Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku.




















