“Mana mungkin ada orang jahat pura-pura minta tolong jam segini ditengah hujan deras, dengan mobil yang lebih mahal dari mobil yang ku bawa malah.” Pikirku dalam hati.Segera ku ambil payung di bagian belakang mobil, dan menghampiri si pemilik mobil yang sedang berdiri sambil memegangi payung di depan kap mobil tersebut.“Kenapa mobilnya, pak? Bokep Ia sendiri wanita cantik, pintar dan kaya raya yang selevel dengan putri bossku. Ku bantu mengangkat pantatnya agar genjotannya semakin cepat. Mungkin sekitar 30 tahunan.“Oh, maaf mbak gak liat, kirain cowok, hehehe.” Balasku untuk memecah kekakuan. Ku jilati tiap senti kulitnya yang putih dan halus tersebut. Daripada kenapa-kenapa di jalan karena ngantuk…” Tanya Gisell.“Enggak apa apa kok, udah biasa banget nyetir jam segini, namanya juga supir hehehe…” jawabku santai.




















