Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Aku masih mematung. Bokep Japan Tapi ia masih berjongkok di bawahku.“Yang ini atau yang itu..?” katanya menggoda, menunjuk Juniorku.Darahku mendesir. Atau jangan-jangan ia juga disuruh ibunya bayar arisan. Suara pletak-pletok mendekat.“Ayo tengkurap..!” kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Dari perut turun ke paha. Ah bodoh. Baru saja aku memasang ikat pinggang, Wien menghampiriku sambil berkata, “Telepon aku ya..!”Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Pokoknya turun.“Kiri Bang..!”Aku lalu menuju salon. suara itu lagi, suara wanita setengah baya yang kali ini karena mendung tidak lagi ada keringat di lehernya. Betulkan, ia tidak akan datang begitu saja. Kaki disandarkan di dinding.




















