“Mas…….saya ingin bicara se-bentar” kataku mulai membuka percakapan.Mas Arifpun menoleh dan menghentikan pekerjaannya. Bokep Asia Keluar kamu !”“Eeee….tidak segampang itu, ayolah Mbak Nida jangan marah, pi-kirkan dulu, saya satu-satunya ke-sempatan, bila Mbak Nida tidak me-makai saya, seumur-umur Mbak Nida nggak akan pernah mencapai orgasme lagi” aku mulai meng-hasutnya.Mbak Nida terdiam sebentar, aku senang dan berpikir ia mulai termakan rayuanku, tapi…“Tidak ! itu aja nggak mau, apalagi kalau disuruh karaoke” desahku dalam hati kecewa.Namun kekecewaanku terobati karena sejurus kemudian Mas Arif tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melepas celananya. saya menyakiti Mbak ya ?!” tanyaku lembut penuh sesal. Aku kaget, “ternyata ia marah”, pikirku. Keluar ! “Ini ada hadiah dari saya, saya mau memberikan kemarin tetapi lupa” kataku sambil menunjukkan bungkusan Vcd itu.




















