Kalau dia yang beriman saja merasa seperti ini, bagaimana dengan Safiq yang ingusan? Bokeb Semuanya berubah saat Anis menerima surat panggilan dari sekolah keesokan harinya. Kali ini di dalam kemaluan Anis. Ada rasa ingin merasakan, tapi juga ada rasa takut akan dosa. Ingat, kita kan lagi program hamil.” Mas Iqbal mengingatkan.Anis berusaha untuk tersenyum, ”Iya, Mas.” Dan saat sang suami merangkul lalu mengecup bibirnya untuk diajak menunaikan sunnah rasul, iapun berusaha melayani dengan sepenuh hati. Anis berusaha untuk mengatur nafasnya, sementara Safiq dengan polos melingkarkan tangan untuk mengusap-usap bokong bulat Anis yang masih terbuka lebar.”D-darimana kamu b-belajar seperti i-itu, Fiq?” tanya Anis saat gemuruh di dadanya sedikit mulai tenang.




















