Aku diam saja. Bokep Crot Berapapun aku bayar!” katanya memaksaku sambil meremas-reMas tetekku dan berusaha membuka kancing bajuku. Entah kapan bergeraknya, tahu-tahu Mas Jono sudah memelukku dari belakang. Aku yang “barang” baru di tempat itu agaknya yang paling laris digilir. Apalagi setelah acara makan selesai dan peralatannya dipinggirkan sehingga tengah ruang jadi luas. Gila benar tuh anak, masak onani aja pakai kondom. Ruang pun diredupkan lampunya. Tapi aku kembali terlena dan melayaniya dengan goyangku yang lebih hot. Kulihat Sari, Tini dan Menuk sudah mojok dengan masing-masing pasangannya. jangan, mas!” teriakku. Tugasku membersihkan rumah dan kamar-kamar kost. Edan tenan! “Mau coba bir?” tanyanya lagi. Dan Mas Jono menyetel vCDnya.




















