Aku pun merasa heran dan sedikit takut. Vidio Porno Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Erik melihatku dengan penuh nafsu. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Ya kan, setan cilik?”
Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor.




















