Aku melongokkan ke dalam ruang itu. Bukan karena sentuhan dukun.Tanganku membuka kain yang menutupi kontol Sentot. Film Porno Tangannya menahan tanganku supaya berhenti atau memelankannya. Aku masih belum sempat berpakaian, namun aku keburu diseret paksa.* * * * * *Dikerangkeng di kandang kayu seperti kandang kambing tanpa mengenakan sehelai benangpun bukanlah hal yang menyenangkan. Kini dia menyentuhkan tangan ke arah selakanganku agak gemetar. Kuputuskan untuk di sebelah saja.“Boleh gabung mas?”“Monggo.. Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh.




















