Aku pamit ke kamarku, walaupun ia merengek mau mencegah kepergianku. Bokep India Kuperhatikan diam-diam, ia sudah memicingkan matanya.Setengah jam kemudian kulihat ia sudah tertidur, terbukti dari suara napasnya dan matanya yang terpejam rapat, kuamati dadanya yang membusung indah naik turun dengan teratur sesuai helaan napasnya. terus …. Apalagi reputasi Mbak begitu bagus selama ini. Kedua kakinya sudah hampir tegak lurus terhadap tubuhnya, berjuntai di pundakku. Chow, salah seorang manager pada perusahaan rekanan kami, dengan dalih akan beristirahat, Mbak Ina sudah pamit lebih dulu meninggalkanku bersama rekanan kami yang masih mengajakku ngobrol. Chow, aku telepon Boss kita di Jakarta melaporkan pertemuan kita.”
“Ngapain kamu mesti telepon Pimpinan kita, kan tadi sore kamu dengar sendiri aku bicara per telepon dengannya?” katanya ketus.




















