Setelah itu Pak Sharif terlihat lemas dan tak bersemangat di ruang rapat. Oh ya, selama itu pula mata-mata nakal para lelaki yg hadir selalu mencuri-curi melihat ke arahku, terutama Pak Andri, si bangsat Pak Sharif dan dua lainnya. Link Bokep lampu padam dan lift berhenti bergerak.“Aaww…!” Nia menjerit kecil, ia panik memeluk lenganku.Aqu juga kaget, tapi dapat segera menguasai diri kembali.“Jangan panik…jangan panik…bapak ibu, hanya gangguan kecil saja!” kataqu seperti pramugari menenangkan penumpang, “Bang Yadi, tolong tekan tombol daruratnya, keliatan ga?” aqu minta bantuan Yadi yg berdiri dekat tombol lift.“Udah Mbak, tapi gak tau alarmnya mati juga, kita tunggu aja!” balasnya.Semenit….dua menit….tiga menit….masih belum terjadi apa-apa, lift masih gelap dan belum menyala, Nia berpegangan makin erat pada lenganku, si lelaki dari parpol koalisi sedang komat-kamit membaca doa.“Bang coba pencet lagi tombolnya!” pintaqu lagi.“Iya




















