Petualanganku kuteruskan ke bagian bawahnya. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Bokeb Tidak sampai setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Sementara burungku lebih jauh menjangkau ke dalam lembah nikmatnya. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. “Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonyaâ€, kata istriku. “Eeehhh…†erangku juga. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, “Buka dong kacanya..†Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku.




















