Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. “Sempurna” katanya dingin. Bokep Mom Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Kamu harus di hukum atas perbuatanmu barusan dan perbuatanmu 2 tahun yang lalu!!”Deg. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. Mungkin karena puber. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. “Hmm..kamu menyukainya bukan?




















