Kita impas?” Aku menoleh dan melihat ia masih dengan senyumnya menatapku. Aku mengambil tempat satu sekat kursi dari tempat ia duduk. Bokep Mama Sejuta kesan yang tiada pernah lengkap diurai dengan kata-kata. Lalu ia menarik sebelah kantung matanya dengan jemari telunjuk, sambil mengeluarkan lidah. Ia tertawa. Maaf kalau membuatmu tersinggung. Kulihat ia masih berdiri menghadapku dengan senyum di depan stereo set. Kedua buah dadanya terlihat menyembul dari balik bra krem yang ia kenakan. Mau tidak ? “Aku…”
“Ssshhh,” jemari telunjuknya menempel di bibirku. “Kamu marah?” kudengar ia bertanya. Indra Lesmana? Pandanganku tak beralih sedikitpun dari wajahnya yang tersenyum. Benar rupanya, kau tak bisa berdansa.”
Aku mendengus malu. Tiba-tiba tangannya terulur lagi, menahan tubuhku. “Tidak apa-apa.




















