Menggali Kenangan Panas Bersama Mantanku

Aku tersetrum. Bokep Mama “Ini..,” kutunjuk pangkal pahaku.“Besok saja Sayang..!” ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Aku kegelian menikmati tangannya yang menari di atas kulit punggung. Suara pletak-pletok mendekat.“Ayo tengkurap..!” kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Tapi ia dingin sekali. Dadaku mulai berdegup lagi. Mbak Wien sudah turun. Aku memegang teteknya. Kulihat di bawahku ada kain, ya seperti saputangan.“Itu kali Mbak,” kataku datar dan tanpa tekanan.Ia berjongkok persis di depanku, seperti ketika ia membersihkan paha bagian bawah. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”
Semua penumpang menoleh ke arahku. Aku pun segan memulai cerita. Aku mengikutinya. Betul-betul keras. Tunggu apa lagi. Kaki kusandarkan di tembok yang membuat ia bebas berlama-lama membersihkan bagian belakang pahaku. Keberuntungankah? Hap.

Menggali Kenangan Panas Bersama Mantanku

Related videos