Tak sampai sepuluh menit aku kembali mencapai orgasme bersama Pak Herman, namun kali ini sudah sepanjang sebelumnya lagi. Dia memiliki perhitungan yang matang akan segalanya dan mampu memberi tekanan psikologis yang jitu. Bokep SMA enak kan peju saya?” tanyanya dengan gaya melecehkan, sementara aku mengap-mengap mengambil udara segara setelah penisnya lepas dari mulutku. “ha…ha…. “oohhkkk….Pak…jangan siksa saya kayak gini Pak….uuuhhkk….” vaginaku makin terasa banjir “tolong Pak…saya mohon berhenti!” aku mulai merengek agar pak Herman menghentikan aksinya.Aku menggerakkan bola mataku ke bawah sana melihat pria itu membenamkan wajahnya di antara kerimbunan bulu-bulu vaginaku, matanya yang nanar bertemu dengan pandangan mataku. Terlintas kembali rasa jijik yang membuatku ingin memuntahkannya setelah benda itu lepas nanti.




















