“Akh!” Rio kesakitan sewaktu kugigit lidahnya dengan cukup keras. Bokep terbaru Cepat kamu bebaskan Merry!”Ah, akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku. Tolongkah aku, wahai pembaca yang budiman! Apalagi si nenek tua itu sudah mampus!”Astaga Rio menyebut ibuku, ibu tirinya sendiri, sebagai nenek tua. Rasanya seperti langit runtuh menimpaku saat itu. Namun jeritanku itu tak diindahkannya, sebaliknya ia menjadi semakin bergairah. Aku sudah tidak ingat lagi apakah Rio dan ayahnya masih mengagahiku atau tidak setelah itu. Mulut Rio secepat kilat memagut mulutku. Tak terasa, karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi, aku pun tertidur tanpa sempat berubah posisi.Aku tak menyadari ada seseorang membuka pintu kamarku dengan perlahan-lahan, hampir tak menimbulkan suara. Temanku itu mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamku yang berwarna kuning muda.




















