Menurut Yuni, sangat nyaman dan adem bila memakai daster di cuaca yang sangat panas.“Mau makan malam atau mandi dulu mas?” Yuni membuyarkan lamunanku.Di tangannya sudah siap handuk dan baju gantiku. Kemudian wanita itu membuka sepatuku, kaus kakiku dan tidak lupa menyuguhkan secangkir teh manis hangat dan sepiring kue kesukaanku.Dia adalah Yuni. Bokep terbaru “Hahaha… sudah kuduga kamu pasti akan menyerah Di, ok lah kita bertemu siang ini di kantin biasanya”,Aku dengar gelak tawa Bimo di ujung telepon sana.Sesampainya di rumah, seperti biasa dengan senyum indahnya, Yuni menyambut kedatanganku. Aku segera berbaring ke tempat tidur yang telah rapi. Istriku yang memakai daster lusuh dan berdandan sangat natural.Selesai mandi, segera aku masuk ke kamar Daffa. tanyaku kaget dengan mata melotot. Kecantikan wajah keduanya mewarisi wajah Yuni, istriku.




















