Sampai di tempat yang kami tuju hari telah sore, kami segera mendirikan tenda di tempat yang strategis. Sepintas kulihat lengan Robby menyentuh buah dada Wulan. Bokep Cina Doni menyuruhku mengambil giliran kedua. Baru beberapa langkah kami beranjak pergi, tiba-tiba Wulan memanggil kami, katanya dia ingin ikut kelompok kami saja (alasannya masuk akal, dia tidak enak hati sebab Fadli adalah pacar Lia, dan Wulan tidak ingin kehadirannya di tenda mengganggu acara mereka). Sambil mengumpulkan ranting, kami membicarakan apa yang sedang dilakukan Fadli dan Lia di dalam tenda. Yang dia lakukan hanya menangis terisak-isak.Doni melepaskan telapak tangannya dari mulut Wulan karena dia merasa Wulan tidak akan berteriak lagi. Wulan minta agar aku memboyongnya meninggalkan kota ini dan mencari pekerjaan di kota lain.




















