Fitri langsung melucuti pakaian atasku, sementara Andri melucuti akaianku
bagian bawah, sampai akhirnya aku benar-benar telanjang. Saat kami melakukan sanggama, teriakan-teriakannya terdengar kencang. Bokeb Fitri merintih-rintih
keras saat proses penetrasi berlangsung. Tidak hanya itu, Fitri mengosok-gosok mulut dan leher si “ujang”, sehingga
sekali lagi bulu kudukku merinding menahan nikmat.Kali ini aku merasa lebih siap untuk tempur, sehingga langsung saja aku membalik posisi tubuhku,
menindih Andri yang sekarang jadi telentang. Tidur! Tia bukannya
tidak tahu.Tapi tampaknya dia tidak terlalu mempermasalahkannya. Ternyata Fitri seperti juga Andri, tipe yang mudah akrab dengan orang
baru. Tapi melihat wajahnya yang sedang pulas, aku jadi tidak tega.Kucium rambutnya.




















