Akhirnya kuikuti terus pelajaran dengan hati tidak menentu.Seusai sekolah, aku langsung berlari menuju mobilku yang kubawa sendiri dan kuparkir dekat halaman sekolah, aku berniat langsung pulang mengerjakan PR-ku yang seabreg. Lalu dia bangkit dan secara cepat penisnya sudah ada di depan mukaku, aku paham maksudnya langsung kujilati penisnya perlahan-lahan kumainkan dengan lidahku dan aku dapat mendengar rintihannya menahan nikmat. Bokep Mama Gunawan sedang menunggu kendaraan umum di dekat sekolah, langsung kuhampiri dia dan kubuka kaca jendela mobilku.“Pak!”, tegurku.“Eh, Vina”, sahutnya.“Pulang ke arah mana, Pak?”, tanyaku.“Kebayoran Baru”, jawabnya.“Wah, searah dong”, timpalku.“Ikut sekalian Pak”, kataku sambil membuka pintu mobil dari dalam.“Enggak merepotkan?”, tanyanya.“Tidak apa-apa”, jawabku.“Baiklah”, jawabnya seraya naik ke mobilku.Sepanjang perjalanan kami banyak berbicara tentang banyak hal, dan ternyata beliau cukup menyenangkan, ternyata beliau memperhatikanku cukup lama ini kuperhatikan lewat ekor mataku sesekali, dan tiba-tiba




















