Mau tidak ? Bokep Cina Buah dadanya menekan dadaku, membuatku bingung. “Jangan hentikan aku,” desisku. Aku menepikan mobil dan menginjak rem. Kudengar ia mengerang dan mendesah, seirama dengan gerakan pinggulku. Ia tersenyum menatapku, lalu jemarinya bergerak menuju kancing-kancing bajunya. Ia memandangku dengan bibir setengah terbuka. Kusentuh buah dadanya dengan jemariku, lalu kususupkan ke balik bra-nya. Aku mendiamkannya. Kutatap matanya. Secara otomatis lenganku terangkat dan memeluknya. “Sekarang…,” ia mendesah lirih beberapa menit kemudian. Kurasakan jemari tangannya yang lain meraih tanganku. Tangan kirinya menekuk ke dalam, sementara tangan kanannya terangkat, persis sikap menghormat bangsawan-bangsawan Eropa. Kesadaranku sudah nyaris hilang. Lalu ia tertawa. Tak ada satupun yang membuka pembicaraan.




















