Anakku pun begitu. Bokep Rusia Yg tak biasa adalah dia beberapa kali ‘tertangkap’ sedang memandang ke arahku tp tatapan matanya agak ke bawah. “Kenapa Lis?”
“Maafkan saya Kang….”
“Kamu salah apa” Dia tak menjawab, masih terisak. Ditatapnya mataku sejenak, lalu pandangan beralih ke tubuhku bagian bawah dan kemudian menatapku lagi. Tak ada ‘kain keras’ di antara kami. “Lis…. butuh Kang …. Hanya kain daster saja yg ada dipunggungnya. Dia minta cerai dan ingin ikut isteriku ke Jakarta sambil siapa tahu bisa meneruskan sekolahnya dan menggapai cita-citanya menjadi sarjana pertanian. “Ayo…Kang ….” Secepat kilat Aku memelorotkan celana pendekku sekaligus dalemannya. Mungkin dia mau keluar belanja, pikirku. Lagi-lagi Aku dibikin kaget. Aku lebih banyak berpikiran positif. Aku naik ke tempat tidur dan mengarahkan k0ntolku ke selangkangannya. Kesadaranku berangsur menghilang….. Ya. Anakku pun begitu.




















