Mereka adalah teman-teman dari pemilik club tersebut. Bokeb seruku, sementara kulihat Pak Hendra manajerku, berjalan menghampiriku.Gampang.., kalau kamu bisa menang, satu game kami bayar lima ratus ribu, tapi kalau kamu kalah, nggak perlu bayar, kamu cuma harus buka baju aja, kita main sepuluh game.. Tumben mampir ke sini? Nggak apaapa deh, besok gua minta keringanan aja dari kampus ujarku dengan nada lemas.Elu sendiri, dari mana.? jawabku memastikan perkataan mereka, sementara Rosa langsung berjalan menghampiriku.Lu udah gila apa Is..! Jadi walaupun club tersebut sudah tutup, mereka tetap dapat bebas bermain. Siapa tahu menang.., pikirku.Taruhannya apa? Tumben mampir ke sini? Saat itu sudah hampir jam sepuluh malam, tidak biasanya Rosa berani keluar malam-malam, pikirku heran.Gua abis dari mall di depan, ngecek ATM, siapa tahu kiriman gua udah sampai, buat nalangin bayaran elu, tapi ternyata




















