Serbuuuuu!!” Serentak, delapan orang itu maju seolah mau mengejar kami, aku dan Stella langsung mundur sambil tertawa-tawa.Aku langsung mengenali delapan orang itu, Yudi, Adi, Feri, Kiki, Dana, Ben, Agam, dan Roni. Bokep Mama ssshh… terus, teruuusss sayaaang… akh, nikmat, aaahhh…” erangku keenakan. Tapi gayanya yang kenes malah dianggap seb-agai anggukan iya oleh para cowok. aaakhh…” aku mendesis saat Adi dan Ben melumat payudaraku dengan liar. Tanpa menunggu jawaban, Agam memeluk pinggangku, aku kaget, namun sebelum protes, tangan Feri sudah menempel di pahaku yang terbungkus celana selutut, sementara pelukan Agam membuatku mau tak mau berbaring di dadanya yang bidang.Teriakan protes dan penolakanku tenggelam di tengah-tengah sorakan yang lain.




















