Entah karena setan penghuni tetap di tubuhku atau ada setan outsorching lewat, aku menarik dompet dan mengambil selembar uang Lima puluh ribuan.“uangnya disimpan saja mbah, saya ikhlas kok nganterin simbah … ini malah saya ada uang buat simbah tapi uang ini ada syaratnya… ““syarat apa mas?” Mbah Suliyem tampak kebingungan meskipun saat itu juga dia menerima uangku.“simbah boleh ambil uang itu kalau simbah mau kocokin kontolku?”Aku memang sudah menghitung resiko dengan perbuatanku ini, kalaupun terjadi penolakan, kecil kemungkinannya untuk menjadikan maslah buatku. Bokep Tante Sesekali kupandangi wajah mbah Suliyem sambil perlahan kutempelkan ujung kontolku ke mulut memeknya.“ssssh…” mbah Suliyem hanya berdesis sambil raut mukanya seperti menahan rasa perih. (si penjual angkringan kebali bertanya dengan berempati kepada si nenek).“saya Gedangsari Nglipar mas, tadi saya jual pisang hasil dari halaman di rumah, sekalian lihat keadaan




















