Saya bersyukur juga. Tidak sepertiku, ceroboh.Kalau di dapur saat dia memasak saya merengkuhnya dan mengecup lembut lehernya.Saat itu serasa kami sepasang suami istri selayaknya, mendudukkannya di meja dan biasa saya rentangkan kedua paha itu dan mulai mencumbuinya, kubuka celana saya dan kugesekkan CD-ku ke CD-nya. Bokeb Begini, kuangkat kaki kirinya, kuselipkan kaki kiriku, dan kedua kaki kami saling membelit. Pernah ia coba dan saya tidak enjoy melihat kesulitannya mencumbuiku. Saat itu beberapa senior saya-pun mengeroyokku, karena mereka tidak mempunyai ilmu beladiri mereka-pun terjatuh satu persatu menerima tendangan dan pukulan tanganku. ”, Ia balik bertanya pada saya.“ Iyah, saya bukan orang sini, tapi saya tinggal di rumah pamanku, sekalian jaga rumahnya, ”.Kuliah pertamsaya dimulai, akh bosan rasanya.




















