Mbak Juminten menjerit terperikan oleh rasa sakit..Wajahnya meringis,matanya menyipit menahan perih diselangkanganya. Bokep Arab Dia terdiam berbagai saat,aura wajahnya berubah. Wajahnya menatapiku tanpa henti,menanti kejutan2 selanjutnya. Tak lama dirinya menghampiriku dengan membawa sepiring biskuit serta teh utk dirinya. “Apa aja..” Waduh, kata2 itu sangat menggelitik benakku. Dengan sekali kibasan seluruh benda2 kecil di atasnya berlompatan jatuh ke lantai dengan suara yg berisik. “Buuk…ibuuuk..”Lanjut bocah itu. Aku segera menepis pikiran kurang baik itu. Tidak ada penolakan, aku makin berani merapatkan tubuhku. “Gak papa den..gak papa..”Jawabnya, tangisnya kembali pecah sedetik kemudian, bahunya terguncang-guncang, aku hanya dapat terdiam.




















