Oooooggghhh…Evi…begitu lincah gerakkan bibir dan kedua tangannya mempermainkan payudaraku. Tiapun tidak mau kehilangan moment, selama perjalanan pulang, Tia mendekap erat tubuhku dan menempelkan dagunya dipundakku sambil sesekali mengkomentari indahnya pemandangan sepanjang perjalanan.Sambil mencuri-curi kesempatan,Bibirnya pun tak henti-hentinya merayu dan menciumi pipiku seolah tidak meghiraukan Evi yang terbakar api cemburu. Bokep Family Hampir setiap hari Tia datang ke kost ku, mulai dari hanya sekedar ngobrol di kamar, jalan-jalan ke mall atau bahkan nongkrong di kafe. Dilain pihak, aku juga menyayangi Evi. Aku lihat wajah Evi sudah berseri-seri kembali, tidak seperti kemarin malam. Aku dan Tia berpasangan berdansa sambil mengikuti alunan lagu dari tape recorder. Pengecut!!!Siang itu, aku sedang ngobrol dan bercanda-canda dengan Tia di teras Depan Kantor. Dan kejadian itu tanpa sepengetahuan Tia. Apa sih menariknya aku hingga ada 2 gadis cantik yang memperebutkan




















