Diciuminya seluruh wajahku, lalu leherku. Kami hanya sekedar cium-ciuman dan meraba-raba. Bokep Asia Hendrik kelihatan amat terpukul ketika lamarannya ditolak Ayah……. “Mas Enggak akan berbuat itu, sayang …” katanya sambil terengah. Menyadari hal ini, Aku jadi lebih berhati-hati mengenakan pakaian atasan. “Dadamu bagus” pujinya berulang-ulang.Pelajaran lain yang kudapat adalah tentang ketegangan tubuh Hendrik.Kami sedang duduk di karpet kamarku bersandar pada dinding sambil berciuman. Aku sering kesepian. Tangannya mulai menyusup ke dasterku. Hendrik tak pernah memaksakan kehendaknya. “Cuma punya satu kelebihan kamar.”
Sampai pada suatu saat Ayah terpaksa menyewakan kamar yang kosong itu, karena diminta oleh sahabat Ayah yang tinggal di Bandung untuk anaknya, Didin. Hendrik makin semangat ….. Hendrik tampaknya juga kaget sendiri atas kelancangannya. Aku bebas saja keluar masuk kamarnya. Ketiga, Jimmy memang baik hati.




















