Saya nggak punya pilihan lain…“…mau, Juragan…” saya berbisik, lirih sekali sampai nggak kedengaran. Bokep terbaru Itu… Kok ditempel ke anu saya?!” kata saya. Suara “Eihh” keluar dari mulut saya, malu karena sentuhan Juragan. Saya juga jadi tahu bahwa dulu, sewaktu muda dan masih tinggal di kampungnya, Juragan pernah kepincut seorang penari juga. Kenapa? Saya pun makin berani.Akhirnya saya nggak bisa lagi hitung berapa orang yang sudah merasakan badan saya, dan saya pun bunting… Wajar, kalau ingat sudah begitu banyak orang yang bisa menghamili saya. Entah ya. Enggak tahu kenapa, biarpun rasanya dari kecil makanan saya bergizi pas-pasan, kok tetap saja badan saya bisa jadi ya. Kedua tangan saya tetap nutupi sepasang tetek saya.




















