“Permisi… Permisi… Bay… Ni kak Ridwan”. Bokep Crot + aSalah seorang mengetuk pintu. Aku hanya senyum dan sesekali menyahuti perbincangan mereka. Pusing aku dengan kombinasi-kombinasi tombolnya sehingga dengan mudah aku kalah 2-0 dari kak Ridwan. Ayo dong Bay, bisa –bisa jebol tuh gawang kamu kakak masukin terus”, kata kak Ridwan. Apa mereka pengen aku temenin dikamar ini? + a“Sama dek, kakak juga dingin banget nih ampe punya kakak berdiri tegang. Hehehe”. + aAku membalasnya. Aku akhirnya mencoba mengotak-atik tombol-tombol yang ada di stik game. Sayangnya aku masih sadar kalau mereka ini temen-temen kak Satria. Jujur aku gugup banget pas kak Agus mengambil posisi seperti itu. Padahal aku masih mau nonton. Keliahatannya mereka sangat senang bermain game sepak bola. + aKak Satria ada tugas malam ini, mungkin agak malam sedikit datangnya.




















