Bu Tadi mandah saja. Emangnya ada apa?” jawabku dengan penuh harapan karena sudah hampir satu bulan kami tidak bermesraan.“Nanti ke rumah yaa!” katanya dengan tersenyum malu-malu.“Emangnya Pak Tadi nggak ada?” kataku. Bokep Cina Kami berpelukan lagi, berciuman lagi dengan penuh gairah. Tentu saja kami tidak puas hanya berciuman dan berpelukan saja. Aku tersenyum kecut.“Jangan-jangan ini hukuman buatku ya maa, Aku dihukum tidak punya anak sendiri. Dengan siapa aku membuat anak”, katanya sambil mencubitku. Dan yang penting aku mencoba membangun hubungan yang lebih akrab dengan Bu Tadi. Aku dibimbingnya masuk ke kamar tidurnya. Tapi ngomong-ngomong kapan Dik Budi kimpoi. Aku lempar sarungku dan kaosku entah jatuh dimana. Mengapa nggak berani. Aku cakep niih. Dan aku pasti mendengarkan sampai selesai. Tolong didoain yaa…”“Enak saja. Demikian juga aku selalu membisikkan dan menyebutnya Mama kepadanya.




















