“sorry,.. Bokep Family Keesokan harinya Susi bangun lebih dulu, segera ia menuju ruang tv dan melihatku yg sedang tidur
“loh, nggak tidur di dalem? Sambil memegang sekaleng minuman dingin, perlahan kutempatkan tubuhku tepat disampingnya. “aku kan dah bilang,….” ujarku
“hahaha…asik…asik” bukanya marah, Susi justru tertawa kegirangan,
Ku kenakan lagi celanaku dan segera mengambil handuk di lemari untuk membersihkan spermaku di wajah Susi
“ketelen gak?” tanyaku
“dikit..” jawab Susi sambil tersenyum. Sepanjang malam tdk ada satupun dari kami yg memutuskan untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu. “sering cukur neng?” tanyaku
“nggak juga sih,..gak tau kenapa,, bulunya lama numbuh” jawab Susi. “rebahan deh…..” ujarku
Saat Susi berbaring di tempat tidur, kutempatkan tubuhku tepat diatasnya dan mulai menciumnya lagi. Yg anehnya lagi, hingga kedua orang tua kami pulang Susi tetap menggandeng tanganku, seakan tdk ingin dilepaskannya.




















