Gairahku perlahan-lahan bangkit kembali. Bokep Mama Aku dgn senang hati melakukannya. Ukurannya lumayan juga. Akhirnya kuputuskan untuk mengeluarkan uneg-unegku.“Mir… Rina itu susah banget… dia bener-bener pelit kalo soal begitu. Hehehe…
Esoknya saat jam istirahat kantor, aku makan siang di Citraland Mall. Pendek kata, akhirnya kami makan satu meja.Sambil makan, kami mengobrol. Mana tahan?“Kok diem, Sand?” pertanyaan Tari membuyarkan lamunanku.“Nggak kok…”“Kamu lagi punya masalah ya?”“Nggaak…”“Jujur aja deh…” Tari mendesak.Kulirik Tari. Kok langsung tidur sih?”“Mm..?”Rina membuka matanya. Kan nafsu aku numpuk? Payudaranya terasa lembut dan hangat menyentuh lengan kananku. Lia yg menganggur melakukan matsurbasi sambil mengamati kami berdua yg sedang bersatu dalam kenikmatan bersetubuh.Tari mengeluarkan jeritan-jeritan kecil, sampai akhirnya berteriak saat mencapai puncak kenikmatannya, berbeda dgnku yg lebih kuat setelah sebelumnya mencapai orgasme.Kucabut batang k0ntolku dari vagina Tari, dan langsung kuraih tubuh Lia.




















