Ah segar. Dia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. Bokep Rusia “ Mbak Fera telepon.., ” suara wanita muda dari ruang sebelah menyalak, seperti bel dalam pertarungan tinju. Turun tidak, turun tidak, aku hitung kancing. Pokoknya turun. Ketika Kejantananku melemah dia seperti tahu bagaimana menghidupkannya, memijat tepat di bagian pangkal selangkangan.Lalu dia memijat lutut. Paling tidak ada untungnya juga ibu menyuruh bayar arisan. Aku mengurungkan niatku. Dari iramanya bukan sedang berjalan. Kini pindah ke selangkangan sebelah kanan. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku.




















