Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.“Saya suka kaki Mbak. Film Porno Aroma yang memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Mbak Lia. Kadang-kadang ia memekik sambil menjambak rambutku.“Ooh, ooh, Jhony! Tapi atas permintaanya sendiri, seminggu yang lalu, ia mengatakan lebih suka bila di panggil “Mbak”. Tunjukkan dengan rakus seolah ini adalah kesempatan pertama dan yang terakhir bagimu!”Aku terpengaruh dengan kata-katanya. Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalam-dalamnya. Sejak saat itu mulai terbina suasana dan hubungan kerja yang hangat, tidak terlalu formal. Tapi di balik itu semua, ternyata ia suka mendikte. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yang sangat menyegarkan. Menengadah. Mungkinkah mulai dari atas lutut hingga.., hingga.. Ada segaris kebasahan terselip membayang di bagian tengah segitiga itu. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu




















