“Apa Mes”, jawabnya sambil tersenyum melihat aku tersiksa. Bokeb “Memes juga, bang”, jawabku. Dalam perjalanan pulang, kami ngobrol ngalor ngidul. “Kalo dah nafsu artinya dah ngaceng ya bang”, kataku sambil mengelus selangkangannya. CD hitam yang kukenakan begitu mini sehingga jembut keriting yang tumbuh disekitar vaginaku hampir sebagian keluar dari pinggir CDku. Gak rugì deh dìentot ma dìanya. Kata ini ternyata membuat wajahku memerah. “Tapì asìk kok krìmbat nya”. Punggungku melengkung indah. Dia jadi melenguh kenikmatan. Wajahnya dibenamkan ke dadaku. Sesaat ciuman kami terhenti untuk menarik nafas, lalu kami mulai berpagutan lagi dan lagi.




















