Ketika sampai di rumah Anisa, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Bokep Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. “Maaf” katanya. Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak. Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. Aku menuruti permintaan Anisa. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng. “Habis bagaimana? Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Penny’ku. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula!




















