Ngga ngomong dari kemarin sich…!” Aku menyodorkan Coklat yang hanya tinggal setengah itu ditengah mereka. Bokep Montok Panji berdiri & menghampiriku. Pemandangan rumah terlihat sudah temaram. Mulus berkilauan tertimpa sinar bulan yang ikut masuk bersama angin melalui sela-sela jendela.” Kamu cantik sekali !?” Tanpa sadar ucapan gombal itu terlontar dari mulutku. “Sudah menegang & siap tempur rupanya mereka” Aku tertawa kecil dalam hati.” Nah lo kenapa ngga ikutan aja ? Lu makan duluan ya ?” Panji bertanya penuh selidik.” Ngga lah…Emangnya gw tega amat apa, sama teman !” Aku berlalu tanpa menoleh . Dimas dengan cepat meraih tangannya & membawanya masuk menuju kamar tengah. Tanpa banyak basa-basi kami berempat mulai menikmati tegukan demi tegukan diiringi lantunan musik Sound Mobil.




















