Namun perasaan itu aku pendam saja. Bokeb Menjelang maghrib kuantar Yanti pulang ke rumah, dan sebelum aku pamit pulang, sekali lagi kupeluk pinggangnya dan kucium bibirnya dengan mesra. Karena tante H dan tante A sudah berstatus janda, maka tak ada ke-sulitan bagi kami untuk mengatur kencan kami. Aku bisa mengerti dan menerima alasan mama Dian, namun aku bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Dian. Jadi kami melakukannya secara alami saja, dan tentunya dapat dibayangkan akibatnya. Terasa memeknya hangat dan berlendir menempel diperutku, tangan kirinya mngusap-usap wajahku. Tak lama kemudian gerakan Yanti makin menggila dan makin cepat. Kami bertiga duduk sambil berpelukan, mama Dian ditengah; kedua tangannya memeluk kami berdua. Akhirnya kesunyian diantara kami terpecahkan dengan ucapan mama Dian.










