Dengan tanpa canggung Laras masuk ke kamarku dan melihat sekeliling,
“Kok posisi kamarnya nggak diubah sih Mas. Bokep Rusia Juga buah zakarku. Laras terlihat sangat antusias. “Lho Ras, kok kamu disini. Payudaranya sangat terlihat mulus dengan bra yang tidak seukuran. Rasanya tidak karuan. Hari itu Laras mengenakan baju tipis putih dengan celana hitam panjang. Sebenarnya aku juga merupakan perintis dari perusahaan itu, sebut saja CV. Lagi ngapain?” tanyaku singkat.“Lagi nungguin Mas Iyan. Aku tidak mau memaksakan kehendakku.Sekitar 10 menitan Laras bermain dengan posisi itu. Maka kami berempatpun bersaing untuk merekrut anak buah yang sebanyak-banyaknya, dan mengembangkan hingga menjadi sebuah tim yang integral dan solid.




















