Cuma seringnya tidur di ruang baca, karena sofa di situ besar dan empuk. Bokep Tante Tangan Kak Agun menelusup ke CD-ku.Aku menjerit, “Jangan…, jangan…”, aku berusaha menarik diri. Rasanya aku tiba-tiba lemas sekali, belum sempat menjawab bibirku dilumat lagi. Kak Agun kembali beraksi, ciumannya semakin liar, dan jemarinya, telapak tangannya mengguncang-guncang payudaraku, aku benar-benar sudah hanyut. Aku menikmati saja tapi ketika melihat darah kegadisanku di atas sprei, aku jadi bingung, takut, malu dan sedih. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. Walaupun rasanya (katanya) nikmat saat itu aku merasa sakit sekali. “Alit…, nggak apa-apa, hadiah ini karena Kak Agun sayang Alit”. Mama dan orang tuanya sudah kenal cukup lama.Saat itu hari Minggu, Mama, Papa, dan Kak Luna pergi ke luar kota.




















