Tapi kuterima juga pisau itu… sesaat aku kepikiran untuk menggunakan pisau itu untuk balik menyerang pak Jun, dengan begitu aku bisa pergi dari rumah ini. Menyeramkan. Bokep China Kenapa aku ada di sini? Akan saya berikan berapapun yang bapak mau! Anehnya aku malah tertawa geli menerima perlakuan mereka. Aku menggelengkan kepala, lalu kembali muntah-muntah. Tapi tak lama kemudian dia lalu disembelih!! Lagi-lagi aku hanya bisa mendesah horni. Selalu telanjang bulat. Orangnya sudah terlihat tua, tapi kekar berotot. Malah jadi semakin horni karena pak Jun yang terus menggerepe dan mengajakku berciuman.“Oke… saya rasa sudah cukup, kerja bagus Mita… hahaha” suruh pak Jun kemudian. Aku… aku takut! Sumpah, ucapannya bikin aku bergidik ngeri. Aku selalu merasa takut dan ngeri setiap kembali ke ruangan yang penuh darah dan daging manusia yang terpotong-potong ini.




















