Tanganku
langsung tidak tinggal diam. Bokep Mom Kita bisa lebih bebas nanti.” aku mengangguk, mengancingkan behanya,
dan kami sempat berciuman sebentar sebelum ia melangkah keatas keruang
siaran, dan aku pulang. “Ini untukmu Ki, aku pengen kamu pegang dadaku…” gumamnya sambil
berdesah manja. Eh ternyata dia langsung nurunin tangga dan balik menuju
ruang resepsionis. Tanganku yang satu lagi membelai pipinya. Huh,
mengganggu saja! Tapi aku tetep
ngikutin dia. Soalnya
jangankan sampai berbuat gitu, wong mendekat sedikit saja dalam mimpi
pun aku nggak berani, abis galak sih! rutukku dalam hati. Mau
nggak ntar malem kamu dateng kerumah?”Hah? Aku tak tahan lagi,
kalau tadi dia yang nyerang, sekarang giliranku mendaratkan ciuman ke
bibirnya yang tipis. Tapi waktu mau berbuat lebih jauh, Rini melepas pelukannya
dan berbisik lirih dengan suara bergetar,”Ki, nanti malem kerumah ya?




















