“Di, kamu ke rumahku duluan deh sana, saya masih meeting. Vina datang! Bokep Jepang Marta hanya menoleh ke kanan dan ke kiri, tak mampu melakukan perlawanan. Hah!”
“Astaga, Marta, kamu.. Ia sampai pada puncaknya. “Duh, Ta, maaf banget nih. kamu salah sangka,” kataku tergagap. Sambil kutekan kepalanya di sandaran sofa, aku berbisik,
“Marta, kamu sudah kayak gini, kalau kamu teriak-teriak dan orang-orang dateng, percaya enggak orang-orang kalau kamu lagi saya perkosa?”
Marta tiba-tiba melemas. Tak ayal, sepersekian detik itu pula Marta meronta-ronta. “Saya bilangin kamu ke Vina, pasti saya bilangin!” katanya setengah berteriak. “Ta, tolong dong, jangan bilang Vina, kan cuma ngeliatin doang, itu juga enggak sengaja.




















