Sambil-sesekali berceloteh dan bersenandung, kami menuruni tangga cafe, yang entah karena apa, Ibu Diva terpeleset namun untunglah aku sempat memegangi nya namun salah tempat karena secara reflek aku menariknya kedalam pelukan ku dan tersentuh buah dadanya. Namun dibalik umurnya yang sudah gak muda lagi tersimpan tubuh yang sangat aduhai sekali, gak kalah dengan gadis remaja saat ini. Bokep Thailand Sambil terpincang-pincang, Ibu Diva membawakan segelas teh manis hangat untukku, dan duduk di sampingku. Kita lebih akrab dan kadang jika tante Diva sedang istirahat kantor, dia mengajakku untuk makan siang di resto belakang kantornya. Tak berapa lama kemudian dia bangkit sambil ikut memijiti kakinya sendiri. Tengah malam kurang sedikit, kami sampai di rumah Ibu Diva, karena aku sudah terbiasa pulang pagi, jadi kudahulukan untuk mengantar kerumahnya untuk memastikan keadaannya.




















