Tiba-tiba gerimis datang, kami semua berlarian berteduh di salah satu warung. Bokep Ojol Aku segera mengenakan pakaianku kembali. Aku mencoba bersikap dewasa padahal jantungku sudah bergemuruh tak karuan. Aku bertahan dengan imajinasiku untuk tidak keluar sebelum wanita keluar. Tina semakin lincah menggoyangkan pinggulnya. Pada akhir bulan aku bisa mengantongi Rp 300.000,- jumlah yg cukup besar buatku waktu itu, dan pada saat terima amplop gaji yang kesekian kalinya, aku mulai mewujudkan cita-cita puberku untuk menikmati indahnya sex dengan seorang wanita, dari pada habis buat minum-minum dgn teman, toh tak ada salahnya aku mencoba.Aku ingat sekali waktu itu Malam Minggu aku sedang ngumpul dengan teman-temanku sambil main gitar dan menenggak minuman keras di pinggir jalan. Namun sungguh diluar dugaan, Tina menampik uangnya.“Mas, tidak usah bayar, Aku senang kok!”
“Tapi, besok-besok mampir lagi kesini ya” Tina lalu




















