“Tutup mulutmu dan turuti permintaanku ” Kataku dengan suara pelan dan halus. Bokeb Yang jelas aku ingin cepat-cepat meninggalkan ruangan toilet wanita ini. Di pintu masuk dua bilik pertama tergantung sign “RUSAK/DALAM PERBAIKAN” sehingga aku memasuki pintu ketiga. Apakah aku harus keluar lalu menyapa ‘hai diana, hai Nina’ terus berlalu? Well , bagiku itu problem mereka yang penting aku tidak menginjak kepala mereka untuk menduduki jabatan ini. 20 menit kemudian aku merasa harus segera ke toilet dan seperti biasa aku suka menggunakan toilet yang terletak di bagian direksi. Hendra semalam yang terpaksa mengantarku pulang karena aku sudah terlalu ‘hi’ buat mengemudi. Kurasakan kewanitaanku mulai basah dan aku diselimuti oleh aroma sexual yang tinggi.




















