Aku dipaksa untuk menikmati perlakuan Pak Tommy, walaupun sesungguhnya aku enggan. Tak sadar aku mulai sesenggukan.Pak Tommy masih nampak cuek, sambil sesekali melirikku. Film Porno Pak Tommy ternyata menjualku pada para pria hidung belang, bukan sekedar untuk membayar hutangku, namun juga untuk membiayai bironya yang hampir bangkrut itu.Banyak bos-bos yang rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk diberikan pada Pak Tommy, demi memperoleh kesempatan menjepitkan penisnya ke dalam liang vagina dan anusku. Perlahan-lahan akupun mulai bangkit, dan melupakan perceraian tragis yang menimpa diriku. Kini posisinya duduk berlutut dengan penis yang mengarah ke wajahku. Ia meremasi payudaraku dari balik baju kurungku.“Mhhhh…. Dengan demikian, ada beberapa pria yang sering melakukan perilaku yang menjurus pada pelecehan seks, dari verbal hingga pada sentuhan fisik. berikan saya lima juta rupiah saja… nanti bisa dipotong gaji saya” kataku menghiba.Air mataku mulai




















