Lagi bengong-bengong habis nangis.” sahutku dengan suara serak. Link Bokep “Ooo, dasar bocah gila!” kulempar bantal yang dari tadi kupeluk ke mukanya. Ditengah genjotan sang suami, Sita menggigit bibirnya. Kukecup mesra bibir mas Danu sebagai rasa terima kasihku karena dia sudah sabar, sangat sabar malah, karena di usia perkawinan kami yang menginjak 2 tahun, aku masih belum bisa memberinya keturunan.“Siap?” aku bertanya.Mas Danu mengangguk. Aku mulai terisak.“Oh, sudahlah.” bibir Mas Danu kembali bergerak, menghiburku. Bentaaaar aja.” aku kembali mencolek tubuhnya.Meraung marah karena aku sudah mengganggu ketenangannya, bocah itu menoleh dan berteriak,“Ganggu aj…” tapi teriakannya langsung terhenti begitu melihat apa yang kulakukan.Disini, di depan anak itu, kusingkap kaos tipis yang kukenakan. Tanganku mulai bergerak meraba-raba payudaraku sendiri, sambil tetap menggesek-gesekkan kedua pahaku pelan-pelan.




















